Dosir Paket · No. 62526773

Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik

Detail paket ini adalah temuan berbantuan AI dan benchmark awal. Gunakan sebagai bahan tinjauan, bukan kesimpulan pelanggaran.

Pagu Rp 126.626.960 (126.6Jt) APBD
Potensi pemborosan Rp 126.6Jt 1 indikator aktif
Severity Tinggi 5 skor risiko
Benchmark 94% Perlu ditinjau

Ringkasan paket

Instansi
Kota Malang · Pemkab/Pemkot
Satker
Inspektorat Daerah
Lokasi
Jawa Timur, Malang (Kota)
Jenis pengadaan
Jasa Lainnya
Metode
Pengadaan Langsung
Pemilihan
January 2026
Sumber dana
APBD
Tahun dataset
2026
Severity Tinggi5 skor risiko1 indikator aktifPotensi anomaliOutlier benchmarkUMKM

Rincian pekerjaan dan analisis

Severity
Tinggi
Skor risiko
5
Indikator aktif
1
Potensi anomali
Ya
Outlier benchmark
Ya
Cakupan wilayah
1 wilayah
UMKM
Ya
Lokasi kerja
Dalam negeri
Volume pekerjaan
1 Paket
Uraian pekerjaan
Belanja Tagihan Telepon; Belanja Sewa Aset Tidak Berwujud-Lisensi dan Franchise; Belanja Sewa Aset Tidak Berwujud-Software; Belanja Kawat/Faksimili/Internet/TV Berlangganan; Tarif Telepon Perkantoran Lokal per pulsa per 2 menit; Media Penyimpanan Online/Cloud dan sejenisnya; Paket Internet (Kapasitas Besar); Capcut Pro; Sistem Aplikasi;
Spesifikasi
-; 3 social media accounts 500 GB storage AI-powered video and image creation Multi-platform publishing and scheduler Performance overview and analytics Free creative assets available for commercial use Product and content management; Canva Pro; -; -; Kapasitas 3 T; -; 3 social media accounts 500 GB storage AI-powered video and image creation Multi-platform publishing and scheduler Performance overview and analytics Free creative assets available for commercial use Product and content management; Canva Pro;
Alasan indikator
Terdapat indikasi kuat pengadaan lisensi aplikasi kreatif dan pengelolaan media sosial dalam paket utilitas komunikasi/kantor, termasuk fitur AI-powered content creation, multi-platform publishing, analytics, dan CapCut Pro/Canva Pro. Untuk unit pengawasan internal pemerintah, komponen ini tampak kurang selaras dengan kebutuhan utama layanan dasar komunikasi dan berpotensi merupakan belanja yang tidak prioritas.