Dosir Paket · No. 63514166

Belanja Modal Peralatan dan Mesin

Detail paket ini adalah temuan berbantuan AI dan benchmark awal. Gunakan sebagai bahan tinjauan, bukan kesimpulan pelanggaran.

Pagu Rp 129.396.000 (129.4Jt) APBN - RUPIAH MURNI (A)
Potensi pemborosan Rp 64.5Jt 1 indikator aktif
Severity Tinggi 5 skor risiko
Benchmark 79% Perlu ditinjau

Ringkasan paket

Instansi
Kementerian Perhubungan · K/L
Satker
UNIT PENYELENGGARA PELABUHAN CALANG
Lokasi
Aceh, Aceh Jaya (Kab.)
Jenis pengadaan
Barang
Metode
E-Purchasing
Pemilihan
January 2026
Sumber dana
APBN - RUPIAH MURNI (A)
Tahun dataset
2026
Severity Tinggi5 skor risiko1 indikator aktifPotensi anomaliOutlier benchmarkUMKM

Rincian pekerjaan dan analisis

Severity
Tinggi
Skor risiko
5
Indikator aktif
1
Potensi anomali
Ya
Outlier benchmark
Ya
Cakupan wilayah
1 wilayah
UMKM
Ya
Lokasi kerja
Dalam negeri
Volume pekerjaan
1 Paket
Uraian pekerjaan
1. TEMPAT TIDUR UK. BESAR ( 1, UNIT, @ 31600000 ); 2. TEMPAT TIDUR UK. LAJANG ( 1, UNIT, @ 11970000 ); 3. AC 1/2 PK ( 2, UNIT, @ 6930000 ); 4. LEMARI PAKAIAN 3 PINTU ( 1, UNIT, @ 11360000 ); 5. LEMARI PAKAIAN 2 PINTU ( 1, UNIT, @ 8820000 ); 6. MESIN CUCI ( 1, UNIT, @ 12600000 ); 7. TV ( 1, UNIT, @ 10080000 ) ; 8. SPEAKER ( 1, UNIT, @ 6300000 ); 9. PERALATAN DAPUR ( 1, PAKET, @ 10836000 ); 10. KULKAS ( 1, PAKET, @ 11970000 ):
Spesifikasi
1. TEMPAT TIDUR UK. BESAR ( 1, UNIT, @ 31600000 ); 2. TEMPAT TIDUR UK. LAJANG ( 1, UNIT, @ 11970000 ); 3. AC 1/2 PK ( 2, UNIT, @ 6930000 ); 4. LEMARI PAKAIAN 3 PINTU ( 1, UNIT, @ 11360000 ); 5. LEMARI PAKAIAN 2 PINTU ( 1, UNIT, @ 8820000 ); 6. MESIN CUCI ( 1, UNIT, @ 12600000 ); 7. TV ( 1, UNIT, @ 10080000 ) ; 8. SPEAKER ( 1, UNIT, @ 6300000 ); 9. PERALATAN DAPUR ( 1, PAKET, @ 10836000 ); 10. KULKAS ( 1, PAKET, @ 11970000 ):
Alasan indikator
Pengadaan berisi furnitur dan perlengkapan rumah tangga/hiburan bernilai tinggi, seperti tempat tidur besar, TV, speaker, mesin cuci, kulkas, dan peralatan dapur. Untuk konteks unit pelabuhan, item-item ini tampak lebih menyerupai pengisian fasilitas hunian daripada kebutuhan operasional inti, sehingga terdapat indikasi kuat belanja kurang relevan dan berpotensi boros.