Dosir Paket · No. 64469424

Belanja Perjalanan Dinas Biasa

Detail paket ini adalah temuan berbantuan AI dan benchmark awal. Gunakan sebagai bahan tinjauan, bukan kesimpulan pelanggaran.

Pagu Rp 486.315.000 (486.3Jt) APBD
Potensi pemborosan Rp 486.3Jt 1 indikator aktif
Severity Tinggi 5 skor risiko
Benchmark 98% Perlu ditinjau

Ringkasan paket

Instansi
Kab. Malinau · Pemkab/Pemkot
Satker
Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Lokasi
Kalimantan Utara, Malinau (Kab.)
Jenis pengadaan
Jasa Lainnya
Metode
Dikecualikan
Pemilihan
January 2026
Sumber dana
APBD
Tahun dataset
2026
Severity Tinggi5 skor risiko1 indikator aktifPotensi anomaliOutlier benchmarkUMKM

Rincian pekerjaan dan analisis

Severity
Tinggi
Skor risiko
5
Indikator aktif
1
Potensi anomali
Ya
Outlier benchmark
Ya
Cakupan wilayah
1 wilayah
UMKM
Ya
Lokasi kerja
Dalam negeri
Volume pekerjaan
1 Paket
Uraian pekerjaan
SATUAN BIAYA UANG REPRESENTASI PERJALANAN DINAS; SATUAN BIAYA UANG REPRESENTASI PERJALANAN DINAS; BIAYA UANG HARIAN PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI (DIKLAT); BIAYA UANG HARIAN PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI (LUAR KOTA); BIAYA PENGINAPAN PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI (Pejabat Eselon IV/ Gol III, II dan I); BIAYA PENGINAPAN PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI (Pejabat Eselon III/ Gol IV); BIAYA PENGINAPAN PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI (Anggota DPRD/ Pejabat Eselon II); BIAYA PENGINAPAN PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI (Kepala Daerah/ Pimpinan DPRD); BIAYA TIKET PESAWAT PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI (EKONOMI /PP); BIAYA TIKET PESAWAT PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI (EKONOMI /PP); BIAYA TIKET PESAWAT PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI (BISNIS /PP);
Spesifikasi
Pejabat Negara, Pejabat Daerah LUAR KOTA; Pejabat Eselon II LUAR KOTA; DKI Jakarta; DKI Jakarta; D.K.I Jakarta; D.K.I Jakarta; D.K.I Jakarta; D.K.I Jakarta; Malinau -Balikpapan; JAKARTA - BALIKPAPAN; JAKARTA - BALIKPAPAN;
Alasan indikator
Pengadaan perjalanan dinas untuk unsur DPRD dengan komponen uang representasi, penginapan, dan tiket pesawat termasuk kelas bisnis menunjukkan belanja yang berisiko tinggi tidak efisien. Adanya tiket bisnis untuk perjalanan dalam negeri dan dominasi komponen perjalanan pejabat menimbulkan indikasi kuat pemborosan anggaran yang layak diaudit lebih lanjut.