Dosir Paket · No. 64576933

Belanja Modal Peralatan Studio Audio

Detail paket ini adalah temuan berbantuan AI dan benchmark awal. Gunakan sebagai bahan tinjauan, bukan kesimpulan pelanggaran.

Pagu Rp 46.900.000 (46.9Jt) BLUD
Potensi pemborosan Rp 46.9Jt 1 indikator aktif
Severity Tinggi 5 skor risiko
Benchmark 86% Perlu ditinjau

Ringkasan paket

Instansi
Kab. Bondowoso · Pemkab/Pemkot
Satker
Labkesda
Lokasi
Jawa Timur, Bondowoso (Kab.)
Jenis pengadaan
Barang
Metode
E-Purchasing
Pemilihan
February 2026
Sumber dana
BLUD
Tahun dataset
2026
Severity Tinggi5 skor risiko1 indikator aktifPotensi anomaliOutlier benchmarkUMKM

Rincian pekerjaan dan analisis

Severity
Tinggi
Skor risiko
5
Indikator aktif
1
Potensi anomali
Ya
Outlier benchmark
Ya
Cakupan wilayah
1 wilayah
UMKM
Ya
Lokasi kerja
Dalam negeri
Volume pekerjaan
4
Uraian pekerjaan
Sound system (1 unit) merupakan rangkaian perangkat elektronik yang dirancang untuk mengolah, memperkuat, dan mereproduksi sinyal suara (frekuensi audio 20Hz-20KHz) agar terdengar jelas oleh audiens UPS (3 buah) merupakan perangkat elektronik yang menyediakan energi cadangan secara instan menggunakan baterai saat listrik utama padam
Spesifikasi
Sound system:Speaker Full-range (12"-15") dan Subwoofer (18") untuk bass, sering menggunakan konfigurasi 2-way atau 3-way.Power Amplifier Menentukan kekuatan daya yang disalurkan ke speaker.Mixer Audio Mengatur sinyal input (4-24+ channel).Mikrofon Wireless/kabel.Pemroses Sinyal Equalizer, Crossover, dan Compressor UPS:meliputi kapasitas daya (VA/Watt), tipe teknologi (Line-interactive/Online), tegangan (V), kapasitas baterai, waktu transfer (transfer time), dan bentuk gelombang keluaran (sinus murni/simulasi)
Alasan indikator
Pengadaan peralatan studio audio/sound system lengkap beserta beberapa UPS pada unit layanan laboratorium kesehatan tampak tidak selaras dengan fungsi utama layanan teknis kesehatan. Dari uraian yang tersedia, kebutuhan ini lebih menyerupai fasilitas acara/audio daripada peralatan inti pelayanan laboratorium, sehingga seluruh nilai belanja berindikasi berisiko tidak prioritas dan berpotensi pemborosan.