Dosir Paket · No. 65699764

Belanja Jasa Iklan/Reklame, Film, dan Pemotretan

Detail paket ini adalah temuan berbantuan AI dan benchmark awal. Gunakan sebagai bahan tinjauan, bukan kesimpulan pelanggaran.

Pagu Rp 17.478.000.000 (17.5M) APBD
Potensi pemborosan Rp 5.2M 1 indikator aktif
Severity Tinggi 5 skor risiko
Benchmark 100% Perlu ditinjau

Ringkasan paket

Instansi
Kota Samarinda · Pemkab/Pemkot
Satker
Sekretariat DPRD Kota Samarinda
Lokasi
Kalimantan Timur, Samarinda (Kota)
Jenis pengadaan
Jasa Lainnya
Metode
E-Purchasing
Pemilihan
January 2026
Sumber dana
APBD
Tahun dataset
2026
Severity Tinggi5 skor risiko1 indikator aktifPotensi anomaliOutlier benchmarkUMKM

Rincian pekerjaan dan analisis

Severity
Tinggi
Skor risiko
5
Indikator aktif
1
Potensi anomali
Ya
Outlier benchmark
Ya
Cakupan wilayah
1 wilayah
UMKM
Ya
Lokasi kerja
Dalam negeri
Volume pekerjaan
1 Paket
Uraian pekerjaan
Beban Jasa Iklan/Reklame, Film, dan Pemotretan; Beban Jasa Iklan/Reklame, Film, dan Pemotretan; Beban Jasa Iklan/Reklame, Film, dan Pemotretan; Beban Jasa Iklan/Reklame, Film, dan Pemotretan; Beban Jasa Iklan/Reklame, Film, dan Pemotretan; Beban Jasa Iklan/Reklame, Film, dan Pemotretan; Beban Jasa Iklan/Reklame, Film, dan Pemotretan; Beban Jasa Iklan/Reklame, Film, dan Pemotretan;
Spesifikasi
Peliputan, Penulisan dan publikasi media cetak; Peliputan, Pembuatan dan Penayangan Berita Media Online; Pembuatan dan/atau penanyangan iklan di media cetak; Pembuatan dan/atau penanyangan iklan di media elektronik televisi; Pembuatan dan/atau penanyangan iklan dan Ucapan di Media Online; Pembuatan Video Profil ( Sekretariat, Pimpinan & Anggota ); Pembuatan dan/atau penanyangan iklan di media elektronik lainnya (videotron, bioskop, bandara atau tempat umum lainnya); Pembuatan dan/atau penanyangan iklan di media elektronik radio;
Alasan indikator
Nilai pengadaan jasa publikasi, iklan, peliputan, dan pembuatan video profil untuk lingkungan Sekretariat DPRD sangat besar untuk satu paket dan mencakup banyak kanal promosi sekaligus. Cakupan seperti iklan televisi, videotron, bioskop, bandara, serta video profil pimpinan dan anggota berisiko lebih bersifat pencitraan daripada kebutuhan administratif inti, sehingga patut dinilai sebagai indikasi kuat pemborosan anggaran.