Dosir Paket · No. 65772604

Biaya Aci-aci Rutin di Puskesmas Induk dan Pustu - PAD (e-Purchasing)

Detail paket ini adalah temuan berbantuan AI dan benchmark awal. Gunakan sebagai bahan tinjauan, bukan kesimpulan pelanggaran.

Pagu Rp 29.820.000 (29.8Jt) APBD
Potensi pemborosan Rp 29.8Jt 1 indikator aktif
Severity Tinggi 5 skor risiko
Benchmark 81% Perlu ditinjau

Ringkasan paket

Instansi
Kab. Badung · Pemkab/Pemkot
Satker
UPTD. Puskesmas Kuta II
Lokasi
Bali, Badung (Kab.)
Jenis pengadaan
Barang
Metode
E-Purchasing
Pemilihan
January 2026
Sumber dana
APBD
Tahun dataset
2026
Severity Tinggi5 skor risiko1 indikator aktifPotensi anomaliOutlier benchmarkUMKM

Rincian pekerjaan dan analisis

Severity
Tinggi
Skor risiko
5
Indikator aktif
1
Potensi anomali
Ya
Outlier benchmark
Ya
Cakupan wilayah
1 wilayah
UMKM
Ya
Lokasi kerja
Dalam negeri
Volume pekerjaan
1 Paket
Uraian pekerjaan
Biaya Aci-aci Rutin di Puskesmas Induk dan Pustu - PAD (e-Purchasing)
Spesifikasi
Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor Lainnya Spesifikasi : Canang Sehari-hari ( 8.100 buah) 6750 Buah Rp1.000 Rp6.750.000 Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor Lainnya Spesifikasi : pejati ( 152 buah ) 126 Buah Rp70.000 Rp8.820.000 Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor Lainnya Spesifikasi : Prayascita Alit ( 64 buah ) 54 Buah Rp150.000 Rp8.100.000 Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor Lainnya Spesifikasi : Banten Kajeng Kliwon ( 48 buah) 40 Buah Rp3.000 Rp120.000 Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor Lainnya Spesifikasi : Segehan ( 540 buah ) 450 Buah Rp3.000 Rp1.350.000 Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor Lainnya Spesifikasi : sodan ( 252 buah ) 210 Buah Rp8.000 Rp1.680.000 Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor Lainnya Spesifikasi : Byakaonan/Banten Byakaon ( 10 buah ) 10 Set Rp300.000 Rp3.000.000
Alasan indikator
Pengadaan perlengkapan upacara/ritual rutin pada fasilitas layanan kesehatan menunjukkan penggunaan anggaran publik untuk kebutuhan yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan kesehatan. Berdasarkan judul dan spesifikasi, seluruh paket berisi sarana upacara keagamaan sehingga terdapat indikasi kuat belanja ini tidak prioritas terhadap fungsi utama unit layanan.