Dosir Paket · No. 66195654

Belanja Jasa Lainnya

Detail paket ini adalah temuan berbantuan AI dan benchmark awal. Gunakan sebagai bahan tinjauan, bukan kesimpulan pelanggaran.

Pagu Rp 1.534.110.000 (1.5M) APBN - PINJAMAN LUAR NEGERI (B)
Potensi pemborosan Rp 400.0Jt 1 indikator aktif
Severity Tinggi 5 skor risiko
Benchmark 99% Perlu ditinjau

Ringkasan paket

Instansi
Kementerian Kelautan Dan Perikanan · K/L
Satker
PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PENGAMBENGAN
Lokasi
Bali, Jembrana (Kab.)
Jenis pengadaan
Jasa Lainnya
Metode
Pengadaan Langsung
Pemilihan
December 2025
Sumber dana
APBN - PINJAMAN LUAR NEGERI (B)
Tahun dataset
2026
Severity Tinggi5 skor risiko1 indikator aktifPotensi anomaliOutlier benchmarkUMKM

Rincian pekerjaan dan analisis

Severity
Tinggi
Skor risiko
5
Indikator aktif
1
Potensi anomali
Ya
Outlier benchmark
Ya
Cakupan wilayah
1 wilayah
UMKM
Ya
Lokasi kerja
Dalam negeri
Volume pekerjaan
1 Paket
Uraian pekerjaan
1. Marine Fisheries Technical Officer IsDB/THR ( 1, OB, @ 3177000 ); 2. Project Administration Officer IsDB/THR ( 1, OB, @ 3177000 ); 3. Marine Fisheries Technical Officer IsDB ( 12, OB, @ 3993500 ); 4. Project Administration Officer IsDB ( 12, OB, @ 3993500 ); 5. Pengadaan Jasa EO Pelaksanaan Groundbreaking di PPN Pengambengan ( 1, Paket, @ 400000000 );
Spesifikasi
Administrasi Dokumen: Membantu Unit Pelaksana Proyek (PIU - Project Implementation Unit) dalam menyusun laporan kemajuan fisik dan keuangan. Monitoring Proyek: Melakukan input data ke dalam sistem pelaporan yang diminta oleh Bank (IsDB). Kepatuhan (Compliance): Memastikan seluruh aktivitas pekerjaan di lapangan atau di kantor sesuai dengan Project Operations Manual (POM) yang telah disepakati antara Pemerintah Indonesia dan IsDB. Pengarsipan: Mengelola dokumen penagihan (withdrawal application) agar siap kapanpun dilakukan audit oleh pihak IsDB maupun BPK.
Alasan indikator
Terdapat komponen jasa EO untuk pelaksanaan groundbreaking bernilai besar dalam satu paket jasa pendukung administrasi/proyek. Berdasarkan uraian yang tersedia, pengeluaran seremonial ini tidak tampak esensial terhadap fungsi teknis, administrasi, monitoring, kepatuhan, dan pengarsipan proyek, sehingga berindikasi sebagai penggunaan anggaran yang kurang tepat dan berpotensi boros.