Dosir Paket · No. 66656795

Belanja Modal Alat Studio Lainnya

Detail paket ini adalah temuan berbantuan AI dan benchmark awal. Gunakan sebagai bahan tinjauan, bukan kesimpulan pelanggaran.

Pagu Rp 6.200.000 (6.2Jt) APBD
Potensi pemborosan Rp 6.2Jt 1 indikator aktif
Severity Tinggi 5 skor risiko
Benchmark 56% Masih dalam rentang peer

Ringkasan paket

Instansi
Kab. Pesisir Barat · Pemkab/Pemkot
Satker
Kelurahan Pasar Kota Krui
Lokasi
Lampung, Pesisir Barat(Kab.)
Jenis pengadaan
Barang
Metode
E-Purchasing
Pemilihan
January 2026
Sumber dana
APBD
Tahun dataset
2026
Severity Tinggi5 skor risiko1 indikator aktifPotensi anomaliUMKM

Rincian pekerjaan dan analisis

Severity
Tinggi
Skor risiko
5
Indikator aktif
1
Potensi anomali
Ya
Outlier benchmark
Tidak
Cakupan wilayah
1 wilayah
UMKM
Ya
Lokasi kerja
Dalam negeri
Volume pekerjaan
1 Paket
Uraian pekerjaan
Belanja Tagihan Listrik; Beban Langganan Jurnal/Surat Kabar/Majalah; Komputer Unit Lainnya; Belanja Modal Peralatan Komputer Lainnya; Kompor gas; Termos Nasi; Prasmanan Vicenza; Water Jug Gandeng; Jasa Service; Materai 10000; Belanja Makanan dan Minuman Rapat; Perabot Kantor; Sapu Plastik; Sikat WC; Alat Pel; Perabot Kantor; Gayung; Serok Sampah; Perabot Kantor; Kemoceng; Fotocopy/penggandaan; Bahan Lainnya; Pemeliharaan Alat Kantor dan Rumah Tangga-Alat Rumah Tangga-Alat Pendingin; Kipas Angin; Cctv 4 Kamera Hikvision; Bahan Bangunan dan Konstruksi; Bahan Bangunan dan Konstruksi; Oli Mesin; Pelumas Kendaraan Dinas Roda Empat; Belanja BahanBahan Bakar dan Pelumas; BBM Genset; Pelumas Genset; Bahan Bakar dan Pelumas; Bahan Bakar dan Pelumas; Alat Listrik; Alat Listrik; Alat Listrik; Alat Listrik; Alat Listrik; Isolasi Listrik; Alat Listrik; Alat Listrik; LED TV;
Spesifikasi
52 inci;
Alasan indikator
Judul paket menyebut belanja modal alat studio, namun uraian memuat campuran besar barang habis pakai, konsumsi rapat, tagihan/langganan, bahan bakar, materai, jasa servis, kebersihan, dan perabot rumah tangga. Ketidaksesuaian yang kuat antara klasifikasi paket dan isi belanja mengindikasikan pengadaan tidak tepat objek serta berpotensi digunakan untuk menampung belanja yang tidak semestinya dalam satu paket.