Dosir Paket · No. 66715150

Pengadaan Peralatan dan Mesin Lainnya

Detail paket ini adalah temuan berbantuan AI dan benchmark awal. Gunakan sebagai bahan tinjauan, bukan kesimpulan pelanggaran.

Pagu Rp 240.287.362 (240.3Jt) APBD
Potensi pemborosan Rp 120.0Jt 1 indikator aktif
Severity Tinggi 5 skor risiko
Benchmark 96% Perlu ditinjau

Ringkasan paket

Instansi
Kota Medan · Pemkab/Pemkot
Satker
Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Medan
Lokasi
Sumatera Utara, Medan (Kota)
Jenis pengadaan
Barang
Metode
E-Purchasing
Pemilihan
January 2026
Sumber dana
APBD
Tahun dataset
2026
Severity Tinggi5 skor risiko1 indikator aktifPotensi anomaliOutlier benchmarkUMKM

Rincian pekerjaan dan analisis

Severity
Tinggi
Skor risiko
5
Indikator aktif
1
Potensi anomali
Ya
Outlier benchmark
Ya
Cakupan wilayah
1 wilayah
UMKM
Ya
Lokasi kerja
Dalam negeri
Volume pekerjaan
1 Paket
Uraian pekerjaan
Belanja Modal Peralatan Studio Video dan Film; Belanja Modal Alat Rumah Tangga Lainnya (Home Use); Belanja Modal Personal Computer; Laptop; TV Smart 98"; Kamera DSLR; Komputer;
Spesifikasi
24 2MP APS-C; - Resolution : 3,840 x 2,160 - Sistem operasi : Tizen™ Smart TV - HDR 10+ : Yes (ADAPTIVE/ GAMING) - Picture Engine : Neural Quantum Processor 4K , Quantum HDR+ technology Dolby Atmos® - Motion Xcelerator Turbo+ - FreeSync Premium Pro - Q-Symphony OTS Lite - Power Consumption (Max) : 230 W - HDMI : 4 USB : 2; -; -; - Resolution : 3,840 x 2,160 - Sistem operasi : Tizen™ Smart TV - HDR 10+ : Yes (ADAPTIVE/ GAMING) - Picture Engine : Neural Quantum Processor 4K , Quantum HDR+ technology Dolby Atmos® - Motion Xcelerator Turbo+ - FreeSync Premium Pro - Q-Symphony OTS Lite - Power Consumption (Max) : 230 W - HDMI : 4 USB : 2; 24 2MP APS-C; -;
Alasan indikator
Terdapat indikasi pengadaan perangkat yang cenderung tidak esensial untuk fungsi riset daerah, khususnya TV Smart 98 inci dengan fitur hiburan premium/gaming dan peralatan studio video/film dalam satu paket. Spesifikasi tersebut memberi sinyal belanja yang berpotensi berlebihan dibanding kebutuhan kerja pemerintahan yang lazim.